3 Pelaku Narkotika di Kalbar Ditangkap BNN

BADAN Narkotika Nasional (BNN) telah menangkap tiga pelaku Tindak Pidana Narkotika di Jl. Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Minggu (19/8/18).

Ketiga pelaku, Budi, Yusup dan Gunawan diamankan petugas dari TKP beserta BB (Barang Bukti) Narkotika 10 kg shabu berikut 3 buah HP, 2 unit motor dan KTP atas nama pelaku.

Penangkapan berawal dari informasi dari masyarakat dan analisa tim intelijen akan adanya penyelundupan Narkotika Golongan I jenis shabu kristal dari Malaysia melalui perbatasan tidak resmi (jalur tikus) di Entikong, Kalbar.

Berdasarkan informasi tersebut, selanjutnya petugas BNN Pusat gabungan bersama BNNP Kalbar dan petugas Bea Cukai (BC) Kalbar melakukan penyelidikan di wilayah Entikong, Kalbar.

Minggu , 19 Agustus 2018, sekitar pukul 11.00 Wib, tepatnya di Jl Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, pelaku Gunawan dan Budi terlihat melintas berboncengan dengan Yusup beriringan menggunakan sepeda motor.

Tanpa membuang waktu, kemudian petugas langsung melakukan penangkapan. Namun saat dilakukan penangkapan, Gunawan berhasil melarikan diri, sehingga petugas melakukan pengejaran dan pelaku tertangkap di sebuah rumah di Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Saat dilakukan pengeledahan, ditemukan 10 kg shabu dari TKP.

Adapun modus operandinya, narkotika jenis shabu kristal tersebut diselundupkan dari Kuching, Malaysia melalui perbatasan tidak resmi (jalur tikus) Entikong dengan memanfaatkan minimnya pengawasan di perbatasan. “Selanjutnya Akan dilakukan pengembangan untuk menungkap jaringannya,” kata Dir Pemberantasan BNN Irjen Pol. Arman Depari.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari di bulan Agustus ini, BNN telah beberapa kali melakukan penangkapan terhadap para pelaku kejahatan, antara lain di Medan, Riau, Aceh, Palembang dan terakhir Kalbar yang melibatkan ibu ibu rumah tangga dan remaja, yang pada umumnya alasan mereka kesulitan ekonomi dan tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.

“Dengan maraknya kejadian serupa, diperlukan perhatian dan upaya yang lebih keras dari semua instansi dan pejabat negara untuk berupaya membangun jiwa dan membangun badan, bekerja keras tidak untuk pencitraan, agar generasi Indonesia bebas dan bersih dari narkoba,” harap Arman Depari. JRS/ED – JAKARTA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*