Dansektor 22 “Pentingnya Pemahaman Sejak Dini

Dansektor 22 ” Rubah Paragdigma Untuk Citarum Harum

Untuk merubah paradigma masyarakat Sub sektor 14 sektor 22 segera tanggap memberikan sosialisasi dan edukasi Rabu ( 9/1/2019) kepada Anak2 Sekolah Dasar 040 Pasawahan Kelurahan Wates Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung sebagai alternatif pencegahan secara dini dalam merubah mindset/Paradigma.

Hal yang sering terdengar dan selalu beliau sampaikan adalah Bagaimana merubah mindset atau paradigma yg selama ini cenderung di lakukan oleh warga masyarakat di sekitar bantaran sungai dengan kebiasaan buruk nya kebiasaan membuang sampah ke sungai

Kebiasaan buruk yang tanpa mereka sadari bahwa hal itu akan berdampak negatif bagi warga itu sendiri dan akan timbul berbagai macam masalah besar lainnya seperti banjir,kerusakan alam khususnya biota air, kesehatan,susahnya air bersih dan masih banyak lagi masalah lainnya akan akan timbul di kemudian hari.

Hal ini di sambut baik sekali oleh pihak Sekolah sebagai bentuk pembelajaran mengenai hal kebersihan , dari pihak sekolah di wakili oleh Jajang Ruhiat Spd di sela2 testimoni antara pihak Satgas dan Perwakilan sekolah.

Menurut Dansektor 22 Kolonel Asep Rahman Taufik ,” testimoni mengenai program Citarum sudah berjalan kurang lebih sepuluh bulan sejak ditandatanganinya Perpres no 15 tahun 2018 pada tanggal 14 Maret 2018 Tentang percepatan penataan DAS Citarum. Secara umum Masyarakat sudah merasakan manfaatnya karena saat ini Sungai dan anak citarum sudah relatif bersih dari sampah dan limbah .

Lebih lanjut Kolonel Asep Rahman Taufik menyayangkan karena masih ditemukan oknum oknum masyarakat yang masih belum sadar dan masih membuang sampah dan tinja ke sungai. ” Pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini harus masif dilaksanakan oleh oleh pemerintah, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan para ulama dan dilaksanakan secara terus menerus.

Dansektor 22 berharap sosialisasi tentang sanitasi dan kesehatan lingkungan dalam rangka mendukung Program Citarum harum agar dipahami oleh semua elemen masyarakat termasuk para pelejar. Diharapkan mereka sejak dini memahami tentang pentingnya lingkungan yang sehat serta sungai yang bersih sebagai sumber kehidupan.(Lind)*

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*