Diansyah: “Saat ini Banyak Wartawan Alami Kekerasan, Intimidasi Hingga Meninggal Dunia”

UPAYA pengungkapan dan penyelesaian kasus tewasnya wartawan Kalsel secara transparan dan beradab telah mengundang perhatian banyak kalangan, termasuk Ketua Umum Bakornas FKM2 Polri, Diansyah Putra Gumay, S.Kom, MM  yang juga Pendiri Paguyuban Lembaga Tatar Sunda. Melalui lembaganya, Gumay mendukung langkah Komnas HAM untuk mengungkap kematian M Yusuf (42) wartawan media online di Lapas Klas IIB Kotabaru, Kalimantan Selatan, 10 Juni lalu.

Menurut Diansyah ( 11/07/2018) yang ditemui di kantornya, saat ini banyak wartawan yang mengalami kekerasan, intimidasi bahkan hingga meninggal dunia, seperti yang dialami M Yusuf. Kondisi Ini sangat memprihatinkan dan harus dihentikan. “Karena bertentangan dengan konstitusi kita dan semangat demokrasi,” kata Gumay.

Menurut Diansyah yang juga Politisi Partai Bulan Bintang, aparat harus usut tuntas kekerasan yang dialami wartawan Yusuf, karena ini menciderai kebebasan dan kemerdekaan Pers. “Kami dari Forum Komunikasi Masyarakat Media Polri mengutuk keras peristiwa ini,” kata putra asli Palembang ini.

Seperti ramai diberitakan, kematian Yusuf diduga bermula dari kasus pembatalan izin pengusahaan lahan yang diincar salah satu perusahaan milik pengusaha hitam di Pulau Laut. Sepak terjang perusahaan di lokasi tanah rakyat di sanalah yang jadi obyek pemberitaan Muhammad Yusuf itu.

Peristiwa tewasnya Wartawan Media Kemajuan Rakyat Muhammad Yusuf itu saat ia berada dalam tahanan. Almarhum M. Yusuf dikriminalisasi dan dijebloskan ke penjara karena juga kerap memberitakan kepentingan warga yang terzalimi. Ironisnya, Polisi, Jaksa, bahkan Dewan Pers yang memeriksa dan menangani kasus ini sepakat bahwa tulisan almarhum M Yusuf yang dimuat di media Kemajuan Rakyat adalah perbuatan kriminal. UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers jelas-jelas tidak berlaku bagi almarhum M. Yusuf.

Beberapa pihak, kabarnya yang diduga kuat terlibat dalam kolusi busuk dalam kasus itu, selain oknum aparat Polres, Kejari, Dewan Pers dan oknum pengusaha hitam, Haji Isam juga diduga melibatkan oknum Gubernur Kalsel, yang tak lain adalah paman kandung Haji Isam.

Sebagai informasi, Gubernur Kalsel kabarnya sedang kecewa berat, lantaran baru-baru ini dikalahkan Yusril Ihza Mahendra yang menjadi pengacara PT. Silo di Pengadilan Negeri Banjarmasin dalam kasus pembatalan izin pengusahaan lahan yang diincar PT. MSAM milik Haji Isam di Pulau Laut. Sepak terjang PT. MSAM di lokasi tanah rakyat di sanalah yang jadi obyek pemberitaan Muhammad Yusuf. UM/ED/PUSKOMINFO

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*