Dirkrimsus Polda Jabar Tutup Pertambangan Galian C Di Kabupaten Bogor

BANDUNG,– Sub Direktorat IV/Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat menghentikan kegiatan pertambangan galian C di tiga lokasi di Kabupaten Bogor, yang dilakukan oleh PT DRD.

Penambangan galian C itu berada di Kampung Pasirhalang dan Tegal Cibodas, Desa Bantarkuning, Kecamatan Cariu. Serta, Kampung Cibungur, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Tanjungsari.

“Penambangan galian C dilakukan tanpa ada izin usaha pertambangan (IUP),” ungkap ‎Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jabar Ajun Komisaris Besar Hari Brata, di Polda Jabar Jalan Soekarno Hatta 748 Bandung, Rabu (17/7/2019).

Kegiatan pertambangan dilakukan oleh U, RS, dan BS, sejak 16 Juni 2019. Adapun lahan yang digunakan untuk penambangan ini berada di lahan pribadi milik H Budi dan Hasan.

Aksi pertambangan ini menggunakan alat berat berupa ekskavator.

Salah Satu Lokasi Pertambangan Galian C Di Kabupaten Bogor (foto:ist)
“Mereka melakukan kerja sama untuk dilakukan pertambangan dengan kapasitas 30 sampai dengan 60 rit. Hasil penambangan itu dikirim ke wilayah Cileungsi dan Tangerang guna proyek pembangunan perumahan dan jalan tol,” beber Hari.

Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan selain menghentikan operasional penambangan, petugas pun telah memasang garis polisi di lokasi tersebut.

Pihaknya, kata Truno, mengamankan barang bukti, seperti buku catatan keluar masuk, empat unit ekskavator, serta tiga unit truk jungkit (dump truck).

Truno mengaku, jika tiga orang yang diperiksa oleh Polda Jabar masih berstatus terlapor. Namun begitu, kasus ini telah naik ke proses penyidikan.

“Ketiga terlapor dijerat Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batu Bara. Pasal tersebut mengatur tindak pidana pada setiap usaha pertambangan tanpa IUP. Ancaman pidananya maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 10 juta,” tandasnya. (Linda)***

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*