Dit Reskrimsus Polda Jabar, Ungkap Kasus Penipuan Mengatasnamakan Anggota Kepolisian

Kompol.info Bandung 22 Januari 2019
Dit Reskrimum Polda Jabar berhasil mengungkap kasus penipuan mengatasnamakan anggota Kepolisian kronologis terungkapnya kasus ini atas dasar pelapor Desi Purnama Sari, ke Reskrimsus pada tanggal 20 Januari 2019.
Tersangka SH, 29th, wiraswasta, Jl. Babakan Jati Rt/Rw 002/008 Kel.Binong Kec. Batununggal, Kota Bandung.

Berdasarkan laporan korban pada tanggal 20 Januari 2019, petugas Patroli cyber Polda Jabar melakukan profiling terhadap akun Instagram a.n Sigit32Ind, kemudian diperoleh seorang laki-laki berinisial SH yang memakai atribut seperti anggota Polri.

Berangkat dari hasil profiling tersebut kemudian dibentuk tim gabungan
yang beranggotakan Tim Cyber Dit Reskrimsus Polda Jabar dan Tim
Jatanras Dit Reskrimum Polda Jabar.
Pada pukul 08.32 Wib, Tim Cyber Dit Reskrimsus Polda Jabar dan Tim
Jatanras Dit Reskrimum Polda Jabar melakukan scenario dengan
menempatkan Pelapor untuk melakukan pertemuan dengan Pelaku di
McD di daerah Jl. Gatot Subroto, kemudian Tim melakukan pengintaian
di sekitar McD, setelah Pelaku mendatangi Pelapor, Tim segera
mengamankan pelaku dan mengumpulkan bukti-bukti hingga pada
akhirnya unsur pasal persangkaan dapat terpenuhi.

Modus Operandi; Pelaku melalui media sosial Instagram mengaku sebagai anggota Polisi
dan berdinas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat
kemudian menawarkan untuk membantu Korban mencari seseorang,
dengan meminta sejumlah uang dengan alasan untuk biaya Oprasional
dan IT sehingga korban mengirimkan sejumlah uang untuk biaya
Operasional dan IT tersebut.

Adapun Pasal yang dilanggar : a. 45 Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (1) UU No.19 Tahun 2016 tentang
perubahan terhadap UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE yang
berbicara tentang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan
berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian
konsumen dalam Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana
penjara maksimal 6 tahun penjara dan denda paling banyak 1 milyar
rupiah
b. Pasal 378 KUHP tentang Barang siapa dengan maksud untuk
menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum,
dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu
muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan
orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau
supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang dengan
ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun.
10. Ancaman Hukuman : Hukuman penjara penjara paling lama 6(enam) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) dan pidana
penjara paling singkat 4 (empat) tahun.
.
Saksi-saksi dalam perkara ini.
a. Desi Purnama Sari, 28th, karyawan Swasta, Tanjungjaya Ngajeng Rt/Rw 006.026 Desa Tirto kec. Kalasan kab. Sleman.
b. Marcela, 28th, Karyawan Swasta, Tanjungan Ngajeng Rt/Rw 006/033 kel/Desa Rancahan Kec. Kalasan Kab. Gabuswetan

Barang bukti yang disita berupa 1(satu)buah korek api berbentuk senjata api, 1(satu) unit HP Samsung Galaxi J7 Prime warna pink. 1(satu) buah name tag penyidik. 1(satu) buah dasi Reserse , satu Pasan sepatu PDH, tiga buah celana PDH Reserse, satu buah celana pendek tactical, tiga buah kaos oblong polisi, dua buah kemeja PDH Reserse, uang sebesar Rp.1.000.000,-(satu juta rupiah)
Serta satu unit kendaraan R4 merk Suzuki type Ertiga, tahun 2015, warna hitam, No. Pol. D 1883 ADQ. (Lind)*

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*