Gemantara Raya: “Narkoba Sudah Proxy War”

Marak dan merajalelanya peredaran narkoba meracuni anak bangsa membuat geram para aktivis di negeri ini. Gayung bersambut, arahan Ketua Umum Presnas FOKAN Jefri Tambayong agar ormas dan LSM lain ikut serta dalam pemberantasan narkoba mendapat respon.

Salah satunya dilontarkan Ketua Umum Gerakan Masyarakat Nusantara (Gemantara) Raya, Diansyah Putra Gumay, S Kom, MM, SE. “Ini sudah sangat di luar batas, para bandar dan pengedar sudah membidik semua kalangan. Karena itu tidak bisa dibiarkan, ” kata Diansyah, Minggu (11/11/18) di kediamannya, Ciampea, Bogor.

Menyikapi hal ini, melalui Gemantara Raya, Diansyah menyatakan sikap perang terhadap narkoba dan para sindikatnya. Untuk itu, dirinya siap berada di belakang Badan Narkotika (BNN) bersama para penggiat anti narkotika lainnya untuk mendukung program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, peredaran gelap narkotika (P4GN).

“Jauh hari melalui Bid Humas Gemantara Raya, saya sudah berkomunikasi dengan rekan rekan seperjuangan, seperti Bung Jefri Tambayong dari IPWL GMDM. Saya utarakan bahwa kami siap berada di jajaran Presnas FOKAN support BNN untuk perangi narkoba ini. Kami siap dalam bentuk apapun, baik sosialisasi, penyuluhan bahkan mempersempit ruang gerak para bandar,” kata Diansyah Gumay.

Lebih lanjut Gumay yang juga Ketua Umum Lembaga Adat Tatar Sunda juga mengingatkan para bandar untuk berhati-hati bermain main dengan ‘barang haram jadah” tersebut. “Saya peringatkan, jangan main main dengan narkoba di negeri kami. Sudah bosan kami dengan para perusak generasi bangsa,” ujarnya.

Dengan anggota Tatar Sunda berikut Satria Tatar Sunda (para pesilat-red) yang jumlahnya lebih kurang 12.000 tersebar di seluruh Jawa Barat dan ribuan anggota Gemantara Raya di seluruh NKRI, lanjut Gumay, pihaknya siap sedia jika negara memanggil dan membutuhkan ormasnya untuk terjun membantu aparat dalam pemberantasan narkotika.

“Ini sebagai bentuk nasionalisme dan dedikasi kami kepada negara, karena masalah narkoba ini sudah tidak main-main. Perlu bergerak bersama-sama dan penanganan khusus, karena pihak asing bermain di sini. Ini sudah proxy war dan caranya pun sudah terorganisir,” kata pakar IT Polda Metro Jaya ini mengakhiri. ED – BOGOR.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*