Iwan Pelaku Pengunggah Video Provokatif Untuk Mengadu Domba TNI-POLRI

BANDUNG, Kompol.info – Pengunggah Video provokatif berdurasi 1 menit 57 detik yang berisi mengadu domba TNI dengan Polri di akun Facebooknya pada 12 Mei Iwan Adi Sucipto (IAS). Di Mapolda Jabar, pada hari Rabu ( 14/5/2019 ) mengakui perbuatannya salah dan tidak memungkiri, postingannya itu berkaitan dengan Pemilu 2019

IAS juga merupakan relawan sekaligus tim sukses/Satgas ( blm disahkan) pasangan Prabowo-Sandi.

“Iya (saya relawan) satgas kota tapi belum dilantik. Pemilu ini subhanallah, membuat saya tidak kontrol dan tidak menyaring berita-berita yang disebar di media sosial. Saya akui saya salah dan saya siap tanggung risikonya karena ini jalan hidup saya.

Dan kepada masyarakat jangan sebarkan berita hoax, cukup di saya. Sekarang kita tenang, tunggu pengumuman 22 Mei,” Ujarnya

Ia mengakui konten yang ia posting dilatarbelakangi postingan provokator yang ditemukan di media sosial. Bahkan ia sempat ikut berunjuk rasa di Bawaslu RI. ” Saya ini Ustadz kampung, jadi enggak tahu kalau penyebaran IT jadi salah seperti apa “, Katanya

Mengenai postingannya, yang menyebut bahwa pada 22 Mei merupakan hari lahir Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Iya, itu saya katakan setelah sebelumnya lihat postingan di media sosial, ada tulisan DN Aidit dan ada kalimat-kalimat provokatif lalu saya mempercayainya,” ungkapnya

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, postingan dibuat di Kabupaten Cirebon dan diunggah di Kota Cirebon. Adapun saat penangkapan, Iwan ditangkap di Kabupaten Kuningan.

“Di Kuningan sedang main saja, tidak kabur. Awalnya saya enggak tahu ditangkap karena apa, belakangan saya dijelaskan polisi alasan penangkapan karena postingan saya itu,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo dalam siaran persnya juga menyampaikan kepada awak media keprihatinannya ” bahwa baru minggu lalu kita menangkap pelaku dengan kasus yang sama, ini menjadi perhatian kita bersama bahwa siapun yang menyebarkan berita hoaxs, ujaran kebencian pasti akan ada tindakan hukum “.

Status tersangka telah ditetapkan berdasarkan penyidikan dan penyelidikan juga pendapat dari beberapa ahli yang dihadirkan, juga 13 saksi yang diminta keterangan yang akhirnya IAS cukup beralasan dijadikan tersangka.

Polisi menerapkan Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancamannya dia atas 5 tahun. “Karena ancamannya di atas 5 tahun, yang bersangkutan ditahan,” ujar Truno.
( Lind )*

About admin 1466 Articles
lembahjurig1234

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*