Kalau Bukan Kita yang Peduli, Siapa Lagi?

11260950_1092961924065996_3163836470551707568_n

KASUS penelantaran anak yang terjadi di Cibubur beberapa hari lalu yang berhasil diungkap oleh Kepolisian menjadi perhatian banyak pihak. Mari renungkan bersama pertanyaan berikut.

Sudahkah Anda peduli dengan berbagai kejadian lingkungan sekitar? Bersediakah Anda melapor kepada polisi jika melihat ada anak yang mengalami tindak kekerasan dan penyiksaan? Singkirkan jauh-jauh dari pikiran Anda kata ” itu buka urusan saya “.

Ingat… 20-30 tahun lagi,masa depan bangsa dan negeri ini ada ditangan mereka, anak-anak yang saat ini masih memerlukan perlindungan kita semua. Masih terkait dengan kasus tersebut, Senin, (18/5/2105), Pukul 11.00 WIB, di lobby gedung Divisi Humas Polri berlangsung diskusi Publik yang mengusung tema Jadikan Rumah sebagai Tempat yang Aman Bagi Anak-Anak.

Berbagai Narasumber dihadirkan dalam diskusi tersebut diantaranya Kak Seto Mulyadi dari Komnas Perlindungan Anak, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si, Dra. Riza Sarasvita, M.Si, MHS, PhD selaku Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat Deputi Bidang Rehabilitasi BNN serta Desi Ratnasari selaku anggota dewan komisi 8 DPR RI bidang agama, sosial dan pemberdayaan perempuan.

Diskusi yang dibuka dengan sambutan dari Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Anton Charlian MPKN menyampaikan, bahwa rumah seharusnya menjadi tempat perlindungan, pendidikan dan pembentukan pribadi anak sehingga diharapkan masyarakat mau meningkatkan kepedulian sosial.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Perlindungan anak kini sudah bukan ranah pribadi, tetapi menjadi tanggungjawab negara.

Untuk penanganan kasus penelantaran anak tersebut, Kombes Pol Drs. Heru Pranoto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan kepada korban melalui polwan-polwan penyidik, diharapkan si anak akan merasa lebih nyaman.

Sementara itu Deputi Rehabilitasi BNN Dra. Riza Sarasvita mengatakan pihaknya akan melakukan assesment secara seksama dengan waktu 2-3 minggu kepada para orang tua anak tersebut, apakah mereka memang impulsif karena narkoba atau sudah memiliki ciri tersebut sebelum menggunakan narkoba.

Desi Ratnasari yang juga hadir dalam diskusi tersebut, selaku anggota Komisi VIII DPR menekankan pentingnya membangun kembali nilai-nilai dalam berkeluarga, seperti Ikatan pada extended family / keluarga besar. Sehingga apabila terjadi kasus serupa, saat orangtua bermasalah dan tidak dapat mengurus anak, si anak masih bisa nyaman dengan keberadaan om, tante atau keluarga luar lainnya.

Kak Seto menyampaikan gagasannya bahwa lembaga seperti KPAI harusnya dibentuk di lini terkecil masyarakat, misalnya pada lingkup RT, RW. Seperti yang diungkapkan oleh Hillary Clinton, bahwa untuk mendidik anak perlu orang sekampung, begitu juga dalam menyelamatkan anak, diperlukan orang sekampung.

Kepedulian sosial adalah awalan dalam menyelamatkan masa depan anak-anak bangsa. Tentunya kita semua tidak ingin kejadian serupa terulang di lingkungan kita. Kami mengimbau kepada Mitra Humas, jika mendapati anak-anak di sekitar lingkungan Mitra Humas yang diperlakukan tidak sepantasnya, mengalami penyiksaan, kekerasan dan lain sebagainya untuk perduli, Segera laporkan kepada kami, Polri siap memberikan pelayanan terbaik dan memberikan perlindungan kepada masyarakat tanpa terkecuali. Kalau bukan kita yang perduli, siapa lagi? *** Humas Mabes Polri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*