Kodim 0502/Jakarta Utara, GMDM dan Rakyat Bersatu Wujudkan Indonesia Bersinar

 DSC_0376

SEBAGAI wujud nyata peran TNI dalam memberantas narkoba, dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2015, Kodim 0502/Jakarta Utara (JU) menggandeng Bakornas GMDM (Gerakan Mencegah Daripada Mengobati) dengan menggelar sebanyak 2015 spanduk sepanjangnya 2.015 meter yang terbentang di Jl. Yos Sudarso, Jakarta Utara dan beberapa titik lainnya di Jakarta Utara. Spanduk ini juga membentang di daerah rawan peredaran narkoba seperti Kampung Bahari, Warakas dan lainnya, yang berisikan imbauan dan data-data tentang bahaya narkoba.

Kegiatan ini juga ditandai dengan pemecahan rekor dunia yang berikan oleh Pendiri MURI (Musium Rekor Dunia Indonesia) Jaya Suprana kepada penyelenggara kegiatan antara lain, Dandim 0502/JU Letkol Arm Stefie Janjte Nahujanan, S.I.P, Direktur Peran Serta Masyarakat BNN Brigjen Pol. Drs. Siswandi dan Ketua Umum Bakornas GMDM Jefri Tambayong, di Lapangan Makodim 0502/JU, Sabtu (27/6/15) sore.

Wujud kepedulian bersama antara Kodim 0502 dan GMDM ini juga didukung sepenuhnya oleh Kementerian Sosial RI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Polrestro Jakarta Utara serta mitra-mitra terkait seperti GMDN Bikers United, Bikers Fight Against Drugs (BFAD), JUR, RPF, FOKAN, dan IKRW dalam penyelenggaraan kegiatan bertema “Rakyat Bersatu Wujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba)”.

DSC_0504Selain BNN, kepolisian dan berbagai komunitas yang membludak di halaman Makodim 0502 Jakarta Utara, nampak juga para mantan pecandu dan ODHA yang diundang dan diberi kesempatan melakukan atraksi dan mensosialisasikan bahaya narkoba, seperti JUR, Sudirman Comenity, Band Menteng Trungulun, Band Kampung Ambon permata, Ikhwan Rahmadan serta para pelajar dan mahasiswa. Hadir juga pada kesempatan tersebut Walikota Jakarta Utara, Kapolres Jakarta Utara yang diwakili Kasat Narkoba Jakarta Utara, Ketua DPD GMDM Bandung, Kepala BNN Jaktim dan para mahasiswa dari Universitas 17 Agustus.

Kerjasama Lintas Sektoral

Dalam sambutannya Dandim 0502/JU Letkol Arm Stefie Jantje Nuhujanan, S.I.P mengatakan, sesuai dengan tema “Rakyat Bersatu Wujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba)”, maka persatuan merupakan hal utama sebagai syarat mutlak untuk mencapai visi, impian bersama, yaitu Indonesia bersinar bersih narkoba.

“Bekerjasama lintas sektoral antar kelembagaan pemerintah maupun swasta kemasyarakatan bahkan hubungan kerjasama internasional sangat penting demi mewujudkan cita-cita tersebut, TNI Angkatan Darat (AD) secara umum dan secara khusus Kodim 0502/JU, Pemda Jakarta Utara, Polrestro Jakarta Utara dan rakyat Indonesia, lebih khusus lagi masyarakat Jakarta Utara, siap mensukseskan program-program pemerintah dalam penanggulangan bahaya narkoba dan setiap warga negara memiliki tanggungjawab yang sama, karena narkoba musuh kita bersama,” kata Letkol Arm Stefie.

Stefie mengungkapkan, Kodim 0502/jU merupakan salah satu kodim pertama di Indonesia yang membuat gebrakan seperti ini. Maka diharapkan kodim-kodim lain mengikutinya. “Perang terhadap bandar narkoba merupakan satu tugas dan tanggungjawab kita bersama. Ke depan kami akan tetap berkoordinasi dengan tiga pilar. Karena ini merupakan tindakan preventif dan pencegahan. Upaya-upaya ke depan, kami pasti akan lakukan koordinasi. Apalagi walikota datang, jadi sampai muspika kita koordinasi hingga tingkat RT,” ungkapnya.

Adapun untuk ini, dirinya menegaskan tidak akan ada tumpang tindih dengan pihak kepolisian. Karena intinya, apabila pihaknya mendapat informasi akan dilempar kepada pihak kepolisian. “Sehingga siapa berbuat apa, saya fikir semua paham, polisi bagian eksekutor dan TNI hanya bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya pencegahan,” ujarnya.

Sementara terkait adanya oknum, menurut Letkol Arm Stefie Jantje Nuhujanan, hukuman yang berlaku di militer tetap berlaku bagi oknum yang melakukan. Ke dalam pihaknya tetap berlakukan reward and punishment kepada anggota yang betul-betul melakukan pelanggaran atau yang berprestasi. “Sehingga kalau memang kedapatan oknum kita melakukan tindakan penggunaan narkoba atau sebagai bandar itu akan dipecat sesuasi dengan perintah Bapak KSAD,” tegasnya.

Kawal Bersama10267763_871278386241436_733158308327677472_n

Di tempat yang sama, Direktur Peran Serta Masyarakat BNN Brigjen Pol. Drs. Siswandi juga menegaskan hal yang sama. “Selamatkan saudara-saudara kita yang penyalahguna dan pecandu untuk direhab dan diobati. Pecandu bukan tempatnya di penjara. Bagi penyalahguna, ayo mendaftar, melapor kepada IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor), tidak dituntut pidana. Jadi TNI juga kawal. Di sini juga ada Kasat Narkoba Jakarta Utara. Kawal. jangan dibolak-balik, pengedar direhab, pecandu dijadikan pengedar,” kata Siswandi.

Siswandi menambahkan, kegiatan ini hanyalah sebatas karya, yang tidak ada apa-apanya tanpa adanya kerjasama dari semua komponen anak bangsa. Ia mengingatkan, narkoba itu tidak kenal TNI/Polri, BNN mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, atau LSM, semua ditabrak oleh narkoba kalau tidak kuat iman, taqwa dan moralitas.

“Didik anak-anak kita, selamatkan keluarga kita, apapun hebatnya orangtua kerja, habis kalau anaknya kena narkoba. Mari kita selamatkan, dengungkan, rehab para penyalahguna dan pecandu. Lapor diri ke IPWL tidak dituntut pidana,” ungkapnya.

TNI GaDSC_0382rda Terdepan

Sementara, Ketua Umum Bakornas GMDM Jefri Tambayong mengatakan, dalam kegiatan ini bukan hanya “Rakyat Bersatu Wujudkan Indonesia Bersinar”, namun ditambah satu dengan komitmen, “Rakyat dan TNI Bersatu Wujudkan Indonesia Bersinar”, khususnya TNI AD untuk berada di garda terdepan, karena ini momentum perang.

“Bapak Presiden sebagai Panglima tertinggi TNI sudah mengatakan perang. Maka, mau tidak mau TNI harus turun tangan, sebelum hancur negara ini, kalah bukan dari negara-negara lain, tapi oleh para bandar narkoba. Maka TNI harus berada di garda terdepan dan Kodim 0502/JU akan menjadi pioner untuk kodim-kodim lain, dan kami harapkan KSAD dan pangdam-pangdam yang lain akan bergerak dengan apa yang sama untuk membangun aware (kesadaran-red.),” kata Jefri.

Sedangkan mengenai pentingnya pengawasan melekat, Jefri juga berharap agar para pemburu berita tidak hanya memburu berita awal, tetapi mengawasi berita itu sampai akhir. “Karena memang kita tidak bisa antisipasi itu. Ada juga sidang-sidang yang tidak terbuka. Terlihat terbuka tapi tertutup. Kita tidak tahu orang ini bagaimana dan barang buktinya ke mana,” ungkapnya.

Meski demikian, ia melihat, baik kepolisian dan BNN, apabila ada barang bukti semua itu dimusnahkan. Namun tetap fungsi kontrol dari media itu penting, dan diharapkan juga bisa ada di garda terdepan menggandeng TNI untuk mengawal hal ini. “Jangan sampai sudah cape-cape ditangkap, akhirnya 86, UUD (Ujung-Ujungnya Duit-red.), Namun yang pasti setiap institusi baik TNI, Polri, BNN, Kejaksaan dan lainnya, pasti mau menegakkan keadilan,” kata Jefri Tambayong mengakhiri. ED/Syahri/Jefri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*