Kodim 0503/JB dan GMDM Deklarasikan “Merdeka Dari Narkoba”

 11872710_1146798325334608_246249625_n

TNI, BNN, dan Polri Garda Terdepan Berantas Narkoba

SEBAGAI tindaklanjut dan karya nyata atas komitmen penandatanganan MoU tentang pencegahan dan pemberantasan narkoba serta pelaksanaan rehabilitasi pecandu narkoba oleh Panglima TNI dan Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional), 13 Mei 2015 lalu di Mabes TNI, Cilangkap-Jakarta, Kodim 0503/JB (Jakarta Barat) bekerjasama dengan Badan Koordinasi Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (Bakornas GMDM) menyelenggarakan rangkaian kegiatan pembinaan dan penyuluhan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepada generasi muda khususnya para pelajar SLTP dan SLTA di wilayah teritorial Kodim 0503/JB

Program kegiatan bertema “Merdeka Dari Narkoba” dengan sub tema “TNI dan Rakyat Bersatu Wujudkan Indonesia Bersinar” yang dilaksanakan secara maraton di 158 sekolah dengan waktu pelaksanaan selama empat hari ini mendapat dukungan sepenuhnya dari berbagai lembaga pemerintah, antara lain BNN, Kemensos RI, Direktorat Tipid Narkoba Bareskrim Polri dan Kodam Jaya serta dukungan dari berbagai mitra terkait seperti, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat, Fokan, Bikers Fight Against Drugs (BFAD), JUR, FKPPI dan Pemuda Pancasila, serta para pelajar seJakarta Barat.

11891496_1696396863915444_3525442645720720739_oSebagai puncak dari kegiatan yang juga dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 tahun, Kodim 0503/JB dan Bakornas GMDM bersama + 1000 pelajar dari 158 sekolah di Jakarta Barat, mendeklarasikan “Merdeka Dari Narkoba”, Rabu (19/08/15) di Open Area Central Park Mall.

Menariknya, kegiatan yang diadakan GMDM kali ini kembali tercatat dalam rekor MURI (Musium Rekor Dunia Indonesia) sebagai penyelenggara penyuluhan sekolah terbanyak (158 sekolah yang diwakili 70 siswa/i sebagai lambang 70 tahun kemerdekaan RI-red.) dalam waktu empat hari.

Catatan rekor ini ditandai dengan penyerahan piagam MURI yang beri­kan Pen­di­ri MURI, Jaya Su­prana ke­pada penyeleng­ga­ra kegiatan, antara lain kepada Ketua Umum Bakornas GM­DM Jefri Tambayong, yang kembali mendapat rekor dunia dari MURI, Komandan Kodim (Dandim) 0503/JB Letkol Inf. M. Asmi dan pengelola Central Park Mall.

Hadir pada kesempatan tersebut di antaranya, Brigjen TNI Hairul mewakili Menkopolhum, Aspam KASAD Brigjen TNI Ibnu Darmawan mewakili KASAD, Kababinkum TNI Mayjen TNI Markoni, SH, MH mewakili Panglima TNI, Supardi dari BNN, Kombes Suyatno dari Direktorat Tipid Narkoba Bareskrim Polri mewakili Kapolri, Dit Narkoba Polda Metro Jaya mewakili Kapolda Metro Jaya, Perwakilan Kemendiknas, Kemensos, Kemenpora, Walikota dan Kapolres Metro Jakarta Barat yang diwakili Wakapolres AKBP Bahtiar Ujang Purnama serta para aktivis penggiat anti narkoba.11930685_1146798058667968_814551883_n

Ketua Umum Bakornas GM­DM, Jefri Tambayong dalam sambutannya menyampaikan, dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 26 Juni 2015 lalu di Istana Presiden mengatakan, ‘Indonesia sudah Darurat Narkoba’. Karena itu, saat ini bagi Indonesia bukan lagi saatnya ‘say no to drugs’, tetapi ‘fight against drugs’, perang terhadap narkotika dan bandar narkoba. “Presiden juga katakan tahun ini adalah tahun penyelamatan para korban penyalahgunaan narkoba. Maka program IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) harus kita dukung,” tegas Jefri.

Jefri mengatakan, GMDM juga sangat mendukung pemerintah dalam upayanya menyelamatkan para pecandu narkoba yang saat ini sedang ditahan untuk direhab dan tidak masukan ke dalam penjara. Contoh, BNN Jakarta Timur yang saat ini sedang merehab sekitar +40.000 tahanan. “Kita punya tema ‘TNI, BNN, Polri dan Rakyat Bersatu Wujudkan Indonesia Bersinar 2015’. Generasi muda Indonesia akan diselamatkan dan kita akan merdeka dari narkoba. Merdeka!!!” kata Jefri dengan semangat.

Sementara Dandim 0503/JB Letkol Inf. M. Asmi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan selama empat hari seminggu sebelum pelaksanaan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 di 158 sekolah SLTP/SLTA sederajat se-Jakarta Barat.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini generasi muda kita, khususnya anak-anak yang masih di tingkat sekolah SLTP/SLTA mendapatkan pencerahan dan edukasi yang baik tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, dimana nantinya pada saat menempuh pendidikan lebih lanjut tidak tergoda untuk mendekati atau menggunakannya,” harap Dandim 0503.

Asmi juga berharap, kegiatan yang diprakarsai GMDN-BNN dan Kodim 0503/JB ini dapat memberikan dampak positif, yang mungkin tidak sekarang tetapi di masa mendatang, sehingga yang menjadi cita-cita Presiden bahwa tahun ini adalah tahun darurat narkoba (penyelamatan korban-red.) bisa tercapai. “Mudah-mudahan dari jumlah 50-70 yang meninggal dalam satu hari bisa berkurang jumlahnya 100 lurus pada tahun-tahun yang akan datang, dan dari kegiatan ini ke depan akan terus kita tingkatkan dengan berbagai wujud sinergitas kegiatan yang bersifat positif,” ujarnya.

11933069_1146797768667997_2070017114_nDi tempat yang sama, Mulyatno dari Bareskrim Mabes Polri mengapresiasi GMDM sebagai organisasi di Indonesia yang satu-satunya selalu eksis dalam menindaklanjuti P4GN. Ia juga mengungkapkan bahwa sejak Presiden SBY sudah dicanangkan bahwa Indonesia harus bisa tanpa narkoba. “Sekarang GMDM sudah bisa tanpa narkoba. Untuk itu, apakah semua sudah bisa tanpa narkoba?” tegasnya.

Pada kesempatan tempat yang sama, Kababinkum TNI Mayjen TNI Markoni, SH, MH mewakili Panglima TNI mengatakan, kegiatan “Merdeka Dari Narkoba” ini sangat luar biasa. “Presiden sudah canangkan Indonesia telah dalam darurat narkoba. Untuk itu saya menyampaikan pesan dari Panglima TNI terkait perkembangan global dan nasional yang saat ini sudah kita ketahui, yakni tentang adanya ancaman-ancaman, di antaranya terorisme, demo yang tidak tahu asal usulnya, demo yang tidak bertanggungjawab yang mengganggu kehidupan bermasyarakat dan masalah narkoba,” ungkapnya.11229698_1696398683915262_886261578268705259_o

Narkoba, menurut Markoni, sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Saat ini, banyak sekali upaya yang dilakukan para bandar narkoba dengan memodifikasi bentuk-bentuk narkoba. Di antaranya melalui minuman, permen karet, rokok, roti, biskuit dan berbagai macam. ”Ini mengancam kehidupan kita semua. Jadi kiranya, jika ada rayuan-rayuan seperti itu harus segera dihindari dan dilaporkan. Karena itu TNI bersama BNN, kepolisian (Polri) dan rakyat berada di garda terdepan untuk menghancurkan dan memberantas narkoba,” jelas Mayjen TNI Markoni.

Untuk itu, Kababinkum TNI mengharapkan semua pihak untuk memperhatikan masa depan generasi. Karena kalau bangsa ini kehilangan generasi mudanya, kekuatan berbangsa dan bernegara tidak akan ada lagi, negara kita akan dijajah lagi dan Itulah bentuk penjajahan modern saat ini.

“Kalau dulu kita dijajah oleh perang konvensional, perang nyata selama 350 tahun, tapi kalau sekarang perangnya tidak nyata. Perangnya seperti rayuan dalam bentuk kesenangan, dalam bentuk pemberian narkoba, sehingga ada yang terhipnotis dengan bahasa narkoba itu bisa menguatkan fisik, buat gembira, lebih berani. Itu adalah suatu rayuan-rayuan yang salah, semua bohong. Semua dalam rangka kampanye pengedar narkoba supaya barangnya laku, dan dia tidak memikirkan ancaman terhadap generasi,” paparnya.

Lebih lanjut dikatak11259115_10206476098772747_1763232865190395680_nan, di lingkungan TNI sendiri sudah diberikan ancaman yang sangat keras bagi anggota yang melanggar masalah narkoba. Ancamannya pemecatan sampai dihukum masuk penjara. “Jadi jika ingin masa depan kita bagus, hindari itu semua. Yakinilah bahwa narkoba itu barang haram. Jika kalian terhipnotis makan yang haram, itu adalah dosa besar, hindarilah,” imbaunya.

Markoni juga mengingatkan, masa depan generasi muda adalah tanggungjawab bersama. Maka siapkan generasi muda ini untuk mempunyai masa depan yang bagus meraih impian, agar Indonesia menjadi negara yang kuat, makmur, adil dan sejahtera.11880557_1696398853915245_4211236755866852581_n

“Untuk itu, mari kita tanamkan dalam hati bahwa narkoba itu haram, merusak dan mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena apabila seseorang sudah terkena candu narkoba, banyak kegiatan-kegiatan efek lain yang dilakukan, seperti tidak malu untuk melakukan mencuri, menipu dan hal lain yang merugikan nama baik diri sendiri, keluarga, bangsa dan agama,” kata Mayjen TNI Markoni mengingatkan.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pesan positif kepada masyarakat bahwa pemerintah serius menangani masalah narkoba sehingga diharapkan peran serta masyarakat untuk dapat bergerak bersama dan turut memiliki rasa tanggungjawab bersama dalam upaya pemberantasan dan penanggulangan masalah narkotika. ED/Qtink

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*