Langkah Koordinasi, Polri Beri 15 Polisi untuk Calon Penyidik KPK

Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti (kanan) menjawab sejumlah pertanyaan wartawan usai pengucapan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/4).

KAPOLRI Jenderal Badrodin Haiti menyebutkan telah memberikan 15 nama anggota kepolisian ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi calon penyidik di lembaga anti rasuah tersebut.

“Mereka (KPK) minta 15 penyidik dan sudah diberikan oleh kepolisian. Mereka mintanya 15 kemarin,” ujar Badrodin, usai menghadiri acara buka puasa bersama di kantor KPK, Jakarta, Kamis (9/7) malam.

Menurut Badrodin, pemberian 15 nama calon penyidik dan deputi tersebut merupakan langkah koordinasi yang dilakukan Kepolisian dengan KPK. Seperti diketahui, KPK kerap mengeluh kekurangan penyidik sehingga penanganan kasus terkadang lamban.

Dibekali Senpi

Sementara, terkait adanya teror sehingga membuat KPK berencana membekali para penyidiknya dengan senjata api, sebelumnya Kapolri Badrodin mengatakan, penyidik KPK bisa mendapatkan senjata api selama tidak melanggar aturan, artinya senjata api tersebut harus terus diperpanjang izin kepemilikannya. “Itu tidak melanggar aturan selama ada izinnya,” ujar Badrodin di Gedung KPK, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (9/7/2015).

Badrodin mengaku, pemberian izin kepada penyidik KPK dalam memiliki senjata api, bukan dimaksudkan Polri untuk mengkriminalisasi penyidik KPK. Di mana Polri sengaja memberikan senjata api tersebut, namun setelah masa berlaku kepemilikan senjata api tersebut telah lewat dan tidak diperpanjang oleh KPK, maka akan ditangkap.

“Senjata kalau tidak ada izinnya ya salah, karena bisa diperpanjang sepanjang suratnya sah,” katanya.

Badrodin menambahkan akan siap membantu penambahan pengeluaran izin kepemilikan senjata api oleh KPK. “(KPK) kemarin mereka minta 15 penyidik (diberikan izin kepemilikan senjata api) dan sudah diberikan oleh kepolisian. Kan KPK mintanya 15 kemarin,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Pelaksana tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Johan Budi mengatakan akan membekali para penyidiknya dengan senjata api. Kebijakan ini diambil setelah salah satu penyidiknya diteror pihak tak kenal.

Menurut Johan, beberapa para penyidik komisi antirasuah saat ini tak membawa senjata api lantaran izinnya belum diperbaharui. Kata Johan, KPK memiliki sekitar 80-100 pucuk senjata api. Jika izin tersebut telah diperbaharui, Johan mengatakan para penyidik tersebut akan kembali dipersenjatai.

Seperti diketahui, rumah milik penyidik KPK berinisial AJM di kawasan Bekasim Jawa Barat, beberapa waktu lalu mendapat teror bom. Ancaman bom tersebut sekitar pukul 21.00 WIB.

Benda diduga bom itu berbentuk sebuah bungkusan kotak sterefoam dilapisi dengan dengan lakban hitam dengan rangkaian kabel, yang diletakkan di depan gerbang rumah. Editor

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*