LAPOR! : Aplikasi Jitu Untuk Rakyat Mengadu

Sosialisasi Aplikasi LAPOR! (Layanan Pengaduan Online Rakyat) di Terminal LeuwiPanjang, Bandung

Herman Suyatman, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementrian PANRB, Saat Berdialog Dengan Awak Media
Herman Suyatman, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementrian PANRB, Saat Berdialog Dengan Awak Media

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkeinambungan demi terwujudnya pelayanan publik yang prima. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemerintah memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk dapat menyampaikan pengaduan atas pelayanan yang diberikan oleh penyelenggara. Melalui aplikasi LAPOR (Layanan Pengaduan Online Rakyat) diharapkan masyarakat ikut aktif dalam upaya mewujudkan pelayan publik yang prima.

Kementrian PANRB yang dipandu Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik dengan Tim LAPOR! Kota Bandung yang dipimpin Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, mengadakan sosialisai LAPOR (Layanan Pengaduan Online Rakyat) di Terminal Leuwi Panjang, Jalan Soekarno Hatta No. 205 Bandung, Rabu (13/6/2018).

“Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi LAPOR! bisa kita gelar. Kita akan muli dengan dialog bersama awak media, kemudian dilanjut sosialisasi dan sambug rasa dengan para pemudik, serta diakhiri dengan buka puasa dengan para awak media”, ucap Herman Suyatman, Kepala Biro Hukum, komunikasi dan Informasi Publik Kemntrian PANRB saat dialog dengan para awak media di Terminal Leuwi Panjang Bandung.

Menurut Herman, tujuan diselenggarakannya sosialisasi LAPOR agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi atau pengaduan ke LAPOR, jika mendapatkan kendala atau hambatan dalam perjalanan.

Kementrian PANRB terus memacu pengelolaan LAPOR, yang dalam implementasinya sudah diintegrasikan dengan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N). “LAPOR adalah aplikasi untuk rakyat mengadu. Melalui platform LAPOR warga masyarakat bisa berkeluh kesah serta menyampaikan aspirasi dan pengaduan kapan saja dan dimamna saja secara online. Pemerintah melalui instansi terkait akan langsung merespon dan menindaklanjutinya secara cepat. Untuk respon pertama dari penyelenggara pelayanan publik dan akan diberikan respon paling lambat 3 hari, yakni, berupa informasi status pengaduan yang telah disalurkan. Sedangkan, untuk katagori aduan berupa permintaan informasi dan keluhan, wajib diberikan paling telat 5 hari. Bahkan untuk aduan yang berupa sengketa dan pelanggaran tanpa memerlukan pemeriksaan lapangan, akan diproses selama 14 hari. Jika pengaduan yang membutuhkan pemeriksaan lapangan, paling lambat harus dituntaskan 60 hari”, sambung Herman.

Diterangkan Herman, selama tahun 2017 sampai dengan akhir bulan Mei 2018 ada 300 ribu lebih pengaduan yang masuk melalui kanal LAPOR. “Pengaduan yang sudah ditindaklanjuti mencapai 85%. Sisanya masih dalam proses. Yang paling banyak diadukan adalah masalah BPJS, KK dan KTP Elektronik, Subsidi Listrik, dan bantuan sosial”, katanya.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, mengatakan bahwa Kota Bandung sudah bergabung dengan LAPOR sejak tahun 2013. Kota Bandung adalah salah satu instansi yang pengelolaan SP4N LAPOR-nya terbaik. “Total pengaduan yang masuk tahun ini mencapai 2.450 laporan. 80% sudah ditindaklanjuti dan 20% sisanya masih dalam proses. Pengaduan terbanyak masalah infrastruktur seperti PJU, air bersih, administrasi kependudukan, perijinan, dan ketertiban”, ucap Ahyani.

Salah satu tokoh masyarakat, Heru, menyampaikan saran terkait pengelolaan pengaduan berbasis elektronik yang dari waktu ke waktu kian berkembang dan meningkat. “Kami menyarankan agar ifrastruktur teknologi dan pengamanan informasi dari aplikasi LAPOR ini ditingkatkan. Jangan sampai setelah masyarakat banyak yang mengadu kemudian banyak terjadi gangguan”, ucap Heru.

 

Ahmad ridwan, Bandung

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*