Mantap Maju Di Pileg 2019 Diansyah Putra Gumay Mohon Doa Restu Dari Masyarakat

kompol.info, Bogor – MUDA, enerjik, dan memiliki rasa solidaritas tinggi. Demikian sosok seorang Diansyah Putra Gumay, SE,S.Kom di mata rekan-rekannya. Di usianya yang terbilang muda, pengusaha yang bergerak di bidang IT (Informasi Teknologi) ini memiliki segudang ide dan prestasi. Namun demikian, wong kito kelahiran asli Palembang ini lebih senang jika dirinya disebut sebagai dosen.

Anak tunggal dari pasangan Jasadin dan Muryati ini, awalnya memulai karirnya sebagai Marketing CC Citibank pada 2000 -2001 dan SR SPV DSP Bank Danamon (2001-2002). Namun siapa sangka, selama perantauannya ke Jakarta, Gumay, demikian sapaan akrabnya, menemukan jati dirinya dan berani untuk berwirausaha untuk mengadu nasib dengan “kejamnya ibukota”.

Dengan bendera Centerpoint Group yang didirikannya sejak 2008 hingga sekarang, Gumay merambah berbagai bidang kerja yang selama ini belum pernah dijamahnya. Salah satunya dengan mendirikan Centerpoint Media Group dimana dirinya menjadi CEO di dalamnya. Kemudian pada 2008 – 2013 ia juga mendirikan LPCT (Lembaga Pendidikan Centerpoint Technologi) dan menjabat sebagai direktur.

Tak heran dengan keahliannya itu, Gumay banyak mendapat kepercayaan. Salah satunya dari PT. Mandala Jaya Hutama dengan jabatan Dir Ops. Belakangan ia juga dipercaya mengajar sebagai Dosen Forensik IT Digital di lembaga kepolisian (Polri), khususnya Polda Metro Jaya dan kerap menjadi pembicara dalam Seminar dan Pelatihan IT (Diklat), Jurnalistik dan Konsultan Media di kepolisian.

Era kemerdekaan pers dan keterbukaan publik nampaknya tidak disia siakan anggota Forum Wartawan Polri (Forwapi) ini. Sebagai pendiri Centerpoint Media Group, ia pun mulai berani mendirikan beberapa media guna kepentingan publik. Sebut saja Kompol, Depok Niaga, Tatar Sunda dan Jurnal Pemilu yang didirikannya bersama sohib dekatnya Edy Usman (Wartawan BNN/Mabes Polri). Hingga, media-media yang dikelolanya itu sampa saat ini eksis, terutama media-media online yang jumlahnya hampir puluhan website.

Dalam keorganisasian, baginya hal ini bukanlah sesuatu hal yang asing. Tercatat, Gumay memiliki peran dalam pendirian di banyak lembaga dan organisasi kemasyarakatan, baik lokal maupun nasional. Sebut saja Komunitas Masyarakat Cinta Polri (Komascipol) dimana dirinya menjabat sebagai Ketua Umum. Kemudian di Assosiasi Radio Televisi Islam Indonesi (ARTVISI) menjabat sebagai Kabid IT. Terakhir, Lembaga Budaya Tatar Sunda didirikannya pada tahun 2015 hingga sekarang.

Dalam bidang perekonomian, krisis moneter yang melanda Indonesia mungkin salah satu yang menjadi inspirasi Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Manajemen Indonesia ini untuk bergerak di bidang perkoperasian. Dengan label Centerpoint Community Indonesia, Gumay membuka jaringan dengan mengibarkan dan mensosialisasikan koperasi tanpa riba sebagai peluang bisnis bagi masyarakat di tahun 2017. Usaha ini pun terbilang sukses. Pasalnya tak hanya masyarakat umum yang mendaftar menjadi anggota, mulai dari pejabat sampai artis pun ikut di dalamnya.

Di Lembaga Budaya Tatar Sunda, suami dari Maya ini mulai menemukan jati dirinya semasa remaja, ketika aktif di OSIS dan Himpunan Pencinta Alam di SMUN 1 Pagaralam (Hipasmunsapala). Ketua Umum Lembaga Budaya Tatar Sunda ini, kini tengah aktif menyalurkan hobby lamanya sebagai pencinta alam, seperti bertualang di alam bebas, arung jeram, naik gunung dan sebagainya.

Bahkan, melalui Lembaga Tatar Sunda pula Gumay bisa menyalurkan rasa kepeduliannya terhadap lingkungan. Salah satunya dengan melakukan penanaman hutan kembali (reboisasi), yang dilakukannya bekerjasama dengan berbagai unsur yang ada, baik masyarakat sekitar maupun lembaga pemerintah, seperti TNI dan Polri. Rasa cintanya kepada alam ini juga yang kemudian menginspirasinya, bersama rekan-rekan seperjuangannya di Lembaga Adat Tatar Sunda, membentuk sebuah Tim SAR, guna diperlukan ketika suatu waktu terjadi bencana. Maka, jangan heran jika kini, ayah dari Raya ini lebih senang jika dirinya disebut sebagai “pemerhati seni budaya dan lingkungan” ketimbang “pakar IT” dan “dosen”.

Belakangan, sebelum mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Bogor Dapil 4 dari Partai Bulan Bintang, Gumay yang juga Ketua MPAC Kecamatan Cibungbulang mendirikan organisasi yang diberinya label FKM2 Polri sebagai wadah komunikasi masyarakat media dengan lembaga kepolisian dan Gemantara Raya, sebagai wadah untuk menyatukan berbagai aktivis di berbagai bidang yang memiliki kesamaan visi dan misi terhadap NKRI. “Saya maju dalam Pileg 2019 karena melihat mirisnya kesejahteraan yang ada di masyarakat serta dukungan dari para sesepuh di Bogor,” kata Diansyah. ED

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*