Pangkas Beruntun Perangkat Desa, Plt. Kades Waelumu Melenceng dari Permendagri

Tercatat, sebanyak 40 orang perangkat desa di Desa Waelumu, Kecamatan Wangi-Wangi Kabupa ten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diberhentikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Waelumu, Jayadin.

Sejak ditetapkan Jum’at, (2/6/2017) lalu, hal ini memicu konflik antar warga. 40 orang perangkat desa yang baru dipecat ini menilai, Plt. Desa telah melenceng dari aturan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 83 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

La Soro, salah satu dari 40 perangkat Desa Waelumu yang ikut diberhentikan mengaku sangat kecewa dengan langkah sepihak Plt. Desa Waelumu, yang menurutnya tanpa pertimbangan dan pemberitahuan terlebih dulu. “Jayadin, Plt. baru kami ini telah melakukan pergantian dan pemberhentian perangkat desa tanpa adanya evaluasi terlebih dulu. Dia perlukan kami seperti binatang yang tidak punya harga diri,” ungkap La Soro kepada NEWS IN.

Hal senada juga diluapkan Wa Darni, yang sehari-harinya bertugas sebagai Staf Pelayanan di Kantor Desa Waelumu. Ia juga menyebutkan, Plt melakukan pergantian menyeluruh baik di lingkup sekretariat, pengurus mesjid, guru ngaji, petugas kebersihan, sara hukumu, tenaga pengajar TK, PAUD, dan tenaga lainnya

“Kinerja kami selama ini saya rasa tak dihargai sama sekali oleh Plt baru itu. Kalau dia mau bilang malas, toh saya tidak pernah terlambat masuk kantor dan pulangnya juga sesuai dengan jam yang sudah ditetapkan pemerintah. Hebohnya lagi, guru ngaji diturunkan jadi tukang sapu mesjid,” bebernya.

Sebenarnya ini masalah politik atau apa? Ataukah ini dendam yang mereka lampiaskan. Kendati menurut isu yang berhembus, mereka dipecat lantaran merupakan pendukung merah alias pendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lalu.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Jayadi menjelaskan bahwa perombakan perangkat desa tersebut adalah perencanaan yang sudah diatur oleh tim sukses Bupati Wakatobi. Ironisnya lagi, menurutnya, pemberhentian yang ia lakukan memang sudah sesuai aturan undang-undang Pemerintah Desa, jika seorang Plt bisa melakukan hal seperti itu alias memecat.

“Mengapa Plt tidak bisa. Kenapa Raifudin (Plt. sebelumnya-red.) bisa sementara saya tidak bisa? Saya juga bisa kok mengambil langkah demikian, karena itu adalah aturan dari Pemerintah Desa, dan itu adalah kerja tim yang sudah diatur di sana. Tim itu adalah masyarakat di sana. Masyarakat ini meminta agar mereka ini harus diganti. Itupun juga saya harus klarifikasi, sehingga hadirnya saya di sana untuk menghilangkan pandangan yang namanya ‘Biru’ (PAN-red.) dan ‘Merah’ (PDIP-red.). Semua yang masuk sana masyarakat Desa Waelumu. Saya juga mau hilangkan ini yang namanya politisasi di Desa Waelumu, tempat saya menjabat,” paparnya.

Kemudian terkait pergantian guru ngaji dan perangkat mesjid, Hal ini lantaran ada guru ngaji yang tidak tau mengaji dan ada orang mesjid yang tidak tau adzan. “Saya ini mau jadikan Desa Waelumu sebagai desa yang bernuansa Islamiah,” tuturnya saat ditemui di halaman kediamannya, baru-baru ini.
Lebih jauh saat ditanya tentang keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Jayadin, Plt. yang menjabat kurang lebih satu minggu itu mengatakan, bahwa dirinya bakal mengevaluasi kembali para perangkatnya.

“BUMDes tidak bakalan saya bubarkan, kendati itu adalah program kerja pemerintah, saya hanya akan mengevaluasi kembali, terutama perangkatnya. Untuk penempatannya dan ketuanya juga harus orang yang minimal paham dengan kewirausahaan dan tidak punya kesibukan lain,” tegasnya

Di sela penjelasannya, ia juga masih menyempatkan diri menyinggung mantan Kades dan Plt lama, terkait dengan kinerja mereka yang menurutnya tidak betul dalam pengelolaan dana ADD dan DD (Anggaran Dana Desa/Dana Desa). “Dua pemimpin sudah yang menjabat kades di Waelumu cuma begitu saja. Coba lihat di sana, tak usah saya banyak bicara. Jadi, saya masuk bukan untuk berpolitik di sana, namun ingin mengembalikan Waelumu seperti dulu,” tutupnya. Nova Ely Surya – Sultra

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*