Peresmian Rumah Insan Tzu Chi Bandung

Minggu, 3 November 2019, Aula Jing Si Bandung diresmikan penggunaanya. Peresmian dilakukan oleh Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Liu Su Mei dan dihadiri juga oleh Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma, Ketua Tzu Chi Bandung Djonny Andhella, Walikota Bandung H. Oded Muhammad Danial, SAP, Herman Widjaja, Pembina Tzu Chi Bandung beserta para relawan Tzu Chi dari 8 kota: Jakarta, Batam, Palembang, Padang, Pekanbaru, Lampung, Singkawang, dan Biak.

Kegiatan peresmian Aula Jing Si Bandung ini dihadiri oleh 219 relawan Tzu Chi dan lebih dari 700 orang tamu undangan yang hadir.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berharap kehadiran Aula Jing Si Bandung bisa menjadi rumah batin dan penggalangan Bodhisatwa (relawan) Tzu Chi di Bandung. “Aula Jing Si adalah rumah batin, dengan ada dan banyaknya manusia di dalamnya baru memiliki energi untuk melakukan kebajikan di masyarakat, semoga Tzu Chi Bandung semakin maju.”

Walikota Bandung H. Oded Muhammad Danial, SAP mengapresiasi kehadiran Tzu Chi Bandung yang telah 15 tahun berkontribusi secara nyata bersumbangsih bagi masyarakat Kota Bandung khususnya. “Atas nama pribadi dan kedinasan saya berterima kasih dan mengapresiasi Tzu Chi, dan berharap Tzu Chi akan terus bekerja sama dengan pihak Pemkot Bandung dan instansi lainnya,” kata walikota.

Di hari bahagia ini, Tzu Chi Indonesia tak lupa mengucapkan terima kasih (apresiasi) dan penghargaan kepada Herman Widjaja yang telah memimpin Tzu Chi Bandung selama 15 tahun. “Terima kasih atas penghargaannya. Sangat terharu saya. Lima belas tahun sudah kita jalani, seperti pesan dari Bapak Sugianto Kusuma, bahwa tugas Tzu Chi menjalani misi kemanusiaan ini masih pajang. Saya akan terus mendukung Tzu Chi Bandung,” tegas Herman Widjaja.

*Rumah Batin Insan Tzu Chi*
Setelah 15 tahun lebih berkontribusi bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya melalui kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan, seperti pembagian paket sembako, bantuan bencana, baksos kesehatan, bedah rumah dan lainnya, Tzu Chi Bandung baru membangun rumah bagi insan Tzu Chi Bandung berkegiatan. Aula Jing Si Bandung ini menjadi rumah batin dan pusat kegiatan insan Tzu Chi Bandung.

Seperti kata Master Cheng Yen, “Pembangunan Aula Jing Si bertujuan untuk melindungi dan melestarikan semangat ajaran Buddha, sekaligus merupakan implementasi ajaran itu sendiri.” Master Cheng Yen juga berharap keberadaan Aula Jing Si dapat mewariskan semangat Tzu Chi bagi generasi masa depan.

Dua huruf “Jing Si” (dalam bahasa Mandarin) memiliki arti “Jing” berarti tidak tergoyahkan, sebuah kondisi yang sangat tenang. “Si” berarti berpikir atau merenung. Maka Jing Si berarti denga hati yang tenang memikirkan permasalahan kehidupan.

*Sejarah Berdirinya Tzu Chi Bandung*
Hadirnya Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung sejak tahun 2003 telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Jawa Barat. Diawali dengan pembagian beras dan bakti sosial kesehatan, cinta kasih Tzu Chi terus menyebar tanpa batas.

Di tahun 2005 – 2012, Tzu Chi Bandung telah membangun fasilitas umum serta pembangunan sekolah bagi generasi penerus bangsa. Pembangunan tersebut meliputi; Jembatan Simpay Asih Cikaengan, Jembatan Simpay Asih Cisangkuy, Jembatan Simpay Asih Cilaki, pembangunan 14 rumah di Kel. Jamika, pembangunan 3 rumah di Karees Kulon, dan pembangunan 2 sekolah dasar di Cikadu dan Pangalengan.

Disamping itu, Tzu Chi Bandung juga memberikan bantuan jangka panjang bagi pasien penerima bantuan. Tentu kontribusi Tzu Chi tak lepas dari peran serta para relawan yang terus berkembang, kemudian melahirkan Tzu Chi Kantor Penghubung Bandung pada tanggal 16 Oktober 2004. Melihat perkembangan relawan di Bandung maka dibangunlah sebuah pusat kegiatan yang memadai dan berfungsi untuk jangka panjang, yaitu Aula Jing Si Tzu Chi Bandung di Jl. Jend. Sudirman No. 628, Bandung, Jawa Barat.

Pada tanggal 16 Mei 2014 diadakan peletakan batu pertama Aula Jing Si Bandung. Selama proses pembangunan relawan secara rutin mendampingi dan memberi perhatian kepada para seniman bangunan (pekerja bangunan) dengan menyiapkan makan siang (vegetarian) untuk mereka.
Di awal tahun 2018, Aula Jing Si Bandung telah berdiri, dan seiring pembangunan tahap akhir, Aula Jing Si telah dapat digunakan untuk kantor operasional Tzu Chi Bandung, pelatihan relawan hingga perayaan Hari Raya Waisak dan Pemberkahan Akhir Tahun.

*Karakteristik Bangunan Aula Jing Si*
Atap Aula Jing Si berbentuk karakter mandarin “Ren” 人 yang berarti manusia, bermakna kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang harus saling mendukung dan saling membutuhkan.

Terdapat 3 buah nok di bagian atap melambangkan Buddha, Dharma dan Sangha. Lalu, 4 buah pilar penyangga di bagian depan melambangkan 4 misi utama Tzu Chi: amal, kesehatan, pendidikan, dan budaya humanis. Eksterior seluruh gedung dilapisi oleh batu sikat (batu-batu kecil), simbol bahwa gedung ini merupakan perwujudan kumpulan cinta kasih banyak insan.

Berdiri di lahan seluas ± 3000 m2 serta mempunyai 4 lantai ditambah dengan rubanah (basement) menjadikan Aula Jing Si ini sebagai pusat tempat pelatihan diri dan relawan Tzu Chi di Bumi Parahiyangan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*