Pesan Terakhir Anang Iskandar Sebagai Jimat Sebelum Meninggalkan BNN

11953143_1483676705291828_3992169367523639435_nPERGANTIAN jabatan merupakan sebuah hal yang lumrah terjadi dalam sebuah organisasi. Setiap lembaga melakukannya sebagai dinamika organisasi dalam rangka perkembangan lingkungan strategis, baik nasional, regional maupun global.

Demikian pula dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), adanya pergantian jabatan dalam tubuh BNN adalah sebuah bukti aktualisasi lembaga untuk lebih berkembang. Sesuai dengan Keputusan Presiden RI No: 139/M Tahun 2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan Kepala BNN, dan surat telegram Kapolri ST/1847/IX/2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri, maka terhitung sejak tanggal 3 September 2015, Komjen Anang Iskandar digantikan oleh Komjen Budi Waseso sebagai Kepala BNN. Jumat (4/9), merupakan hari terakhir Anang dalam memimpin rapat anev mingguan sekaligus sebagai hari terakhir Anang sebagai kepala BNN.

Sebelum meninggalkan BNN, Anang, anak tukang cukur di Mojokerto Jawa Timur ini menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh jajaran lembaga yang telah dipimpinnya sejak tahun 2012 tersebut. Anang meminta kepada semua jajaran BNN di seluruh Indonesia agar membantu dan mendukung penuh kebijakan dan implementasi kepala BNN yang baru.

Selain itu, Anang juga berpesan agar seluruh jajaran BNN menjaga laju prevalensi agar tidak meningkat dan kalau bisa turun. Apabila laju prevalensi penyalahguna Narkoba tidak diperhatikan dan tidak dijaga maka angkanya akan terus meningkat. Dampak dari meningkatnya prevalensi penyalahgunaan Narkoba tersebut membuat Indonesia terancam mengalami lost generation.

Oleh karena itu penting untuk tetap memperhatikan dan menjaga prevalensi agar hal tersebut tidak terjadi. Lebih lanjut Anang menegaskan bahwa musuh utama BNN adalah uang. “Kalau kita sudah mulai tergiur oleh iming-iming uang dari bandar Narkoba, maka kita tidak bisa menangkap seperti saat ini, dan cenderung akan menangkap tebang pilih,” ungkap Anang.

Anang menambahkan bahwa seluruh jajaran BNN harus memiliki loyalitas dan dedikasi dalam melaksanakan tugas dengan tidak menghambur-hamburkan uang negara. “Saya pesan agar seluruh jajaran BNN untuk menjaga integritas dalam bekerja, karena kita mendapatkan hak-hak yang sudah diberikan negara,” tambah Anang dalam rapat terakhirnya bersama para pejabat BNN Jumat lalu.

Tak lupa Anang menitipkan jimat sebelum mengakhiri rapat terakhirnya sebagai Kepala BNN tersebut. “Saya titip Jimat. Jimat keteladanan, jimat team building, jimat peningkatan kemampuan, jimat keberhasilan yang dapat direplikasi setiap hari” tutur Anang.

Jimat tersebut untuk menjawab semua tantangan BNN ke depan. Rapat anev mingguan yang selalu dipimpinnya itu pun berakhir dengan semangat yang dikobarkan Anang dengan menyanyikan sepenggal lagu Sheila on 7 yang berjudul melompat lebih tinggi. “Kupetik bintang untuk kau simpan, Cahayanya tenang berikan kau perlindungan, Sebagai pengingat teman juga sebagai jawaban semua tantangan” senandung Sang Jenderal. ED/Humas BNN

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*