Polda Jabar Ungkap Kasus Kepemilikan Bahan Peledak Low Explosive ( Petasan ) Tampa Ijin

Kompol.info Bandung 31/12/18
Ditreskrim Polda Jabar mengungkap kasus kepemilikan bahan peledak low explosive petasan tanpa izin, hal tersebut terungkap dalam gelar perkara yang digelar di Polda Jabar Senin 31 bulan 12 2018 pada pada tanggal 29 Desember 2018

Kasus ini terungkap dari informasi masyarakat Indramayu, masyarakat memberikan informasi terkait adanya kegiatan pembuatan petasan.
Atas informasi yang didapatkan anggota sat Reskrim dan sat Sabhara Polres Indramayu mendatangi tempat tersebut.

Adapun barang bukti yang ditemukan sebanyak 23220000 butir petasan jenis korek api, ditemukan di desa telukagung blog bangkir kecamatan dan Kabupaten Indramayu.
Polisi menyita satu juta butir petasan dari tersangka sdr Oym (60)Tak hanya itu polisi juga menyita 20.120.000 (dua puluh juta seratus dua puluh ribu butir petasan dari tersangka Haji CSH dan 1.000.000 petasan yang berisi satu ember besi dan setengah karung kecil bromin, 1 dus setengah karung blerang/sulvur(S). Satu dus setengah karung kecil potasium (Pt) dan satu buah timbangan.

Pemilik dan barang bukti diamankan ke Polres Indramayu, adapun barang bukti diangkut dengan menggunakan 5 unit kendaraan mobil truk untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Menurut Kapolda Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSI mengatakan,” modus operandi ini tanpa hak membuat, menerima, menguasai, Membawa, memiliki persediaan padanya atau mempunyai dan miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, suatu posisi atau bahan peledak petasan ini sangat berbahaya karena menggunakan campuran bahan peledak seperti Potasium, and Potasium pembeliannya tak semudah itu, perlu izin Jadi kalau tak punya izin perlu kita proses juga, jadi kedepan masyarakat jangan sampai ada jadi korban seperti tahun lalu, petasan yang meledak di rumah ujarnya”.

Atas perbuatan yang tertangkap kasus pembuatan petasan dikenakan pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat RI nomor 12 tahun 1951 tersangka dikenakan ancaman hukuman mati penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun.(lind)*

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*