Polda Metro Jaya Bakar Barbuk Narkoba Senilai Rp.1,2 Triliun

12096338_957522014309472_9221655929029116381_n

DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Metro Jaya melakukan pemusnahan barang bukti (barbuk) narkoba senilai Rp. 1,2 triliun yang disita dari pengedar narkoba. Pembakaran barang haram itu dilakukan di tungku pemusnahan narkoba kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (8/10/2015).

Nampak dalam pemusnahan barang bukti tersebut Kepala BNN Komjen Pol. Drs. Budi Waseso (Buwas) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Tito Karnavian menekan tombol guna memasukan barang bukti berupa sabu dan ekstasi ke dalam insenerator untuk segera dimusnahkan di Garbage Plan Bandara Soetta.

Narkoba yang dimusnahkan tersebut berupa 670 kilogram sabu, 637.085 butir ekstasi, 18,5 kg ganja dan 2,5 kg kethamine selama tiga bulan terakhir. Jika dikonversi, barang bukti yang dimusnahkan hari ini setara dengan Rp. 1,2 triliun dan dapat menyelamatkan 4.092.000 jiwa anak bangsa.

Jumlah barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan petugas sejak Juli hingga September 2015 yang berasal dari jaringan internasional.

Pada kesempatan tersebut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, selama kurun waktu tiga bulan tersebut pihaknya berhasil menangkap 1.562 orang tersangka dan mengungkap 1.278 kasus narkoba. “Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun ini terdapat peningkatan dalam kasus narkoba,” kata Irjen Pol Tito.

Tito mengatakan, tahun ini jumlah tersangka narkoba mengalami kenaikan sekira 4,9 persen dari sebelumnya 1.489 orang menjadi 1.562 orang. Adapun jumlah barang bukti sabu juga mengalami peningkatan sekira 1.320 persen dari 43,8 kg menjadi 672,84 kg. Sedangkan, ekstasi juga mengalami lonjakan mencapai 2.217 persen dari 2.763 butir menjadi 641.451 butir.

Dikatakan Tito, dirinya sengaja mengadakan pemusnahan barang haram tersebut secara terbuka guna untuk meminimalisir tanggapan miring pihak lain yang menyebutkan narkoba yang disita petugas malah digunakan oleh aparat yang berwajib.

“Sengaja kita lakukan dengan cara terbuka. Biar nanti enggak ada tuduhan miring. Jangan sampai nanti ada isu ini ganja dipakai dan dijual sama pihak yang berkompeten,” imbuh Kapolda Metro.

Kapolda juga mengaku, ingin segera memusnahkan barang haram tersebut. Pertama, barang haram yang disita, prinsipnya semakin cepat dimusnahkan semakin baik. Kedua, barang haram bernilai harga yang tinggi jika tidak segera dimusnahkan dan Irjen Pol Tito takut jajarannya menjadi silau mata melihat narkoba. Editor

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*