Polresta Depok Tangkap Residivis Jual Motor Curian Lewat Online

15202704_1400434133330401_2121328913849993202_nUSAHA kerajinan tato badan sedang sepi, seorang residivis kembali nekat mencuri motor hanya untuk membelikan anak sepatu roda. Atas ulahnya tersebut pelaku tertangkap bersama temannya di Halte Universitas Indonesia, Depok.

Eko Budiatmoko alias Jange,25, hanya bisa pasrah usai ditangkap bersama temannya Agus Erlando alias Arlan,23, lantaran diduga mencuri motor Mio yang terpakir di teras rumah milik Riri Putri Syarif, di Kampung Bojong Bhakti Jaya, Sukmajaya, Selasa (22/11) sekitar pukul 11:00 wib.

Menurut Kapolsek Sukmajaya Kompol Supriyadi pelaku ditangkap hasil pancingan anggota dipimpin Kanit Reskrim Sukmajaya Iptu Suleman saat melakukan transaksi dengan pelaku.

“Motor curian pelaku Mio hitam B 3404 EXW dipasarkan melalui forum jual beli motor online. Pada saat korban mengetahui motor yang dijual online tersebut adalah miliknya, langsung kordinasi dengan petugas langsung pancing transaksi,”ujar Kompol Supriyadi saat dikonfirmasi, Rabu (30/11) pagi.

Mantan Kanit Krimum dan Wakasat Reskrim Polresta Depok ini mengaku tersangka Eko pernah ditangkap anggota Polsek Sukmajaya tahun 2014 silam. Residivis dari Lapas Pondok Rajeg ini usai dihukum 7 bulan lalu membuka usaha pembuat tato tubuh.

Namun usahanya itu rupanya tidak cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari, kebiasaan mencuri kumat lagi.
“Pelaku mencuri motor dengan modus merusak kontak kunci motor dengan menggunakan gagang kunci letter T. Hanya dalam waktu sekitar 5 detik motor sudah berhasil dibawa kabur,”kata Kompol Supriyadi.

Sementara itu alasan Eko kembali terpaksa mencuri lagi, yaitu butuh uang untuk bisa membelikan putri 2,5 tahun satu-satunya ingin dibeliin sepatu roda.

“Udah beberapa bulan usaha tato sedang sepi, ditambah anak meminta kado ulang tahun bulan Desember minta dibeliin sepatu roda seharga Rp.500.000,-. Jadi saya terpaksa mencuri lagi,”ungkap pria penuh tato di badan ini balik jeruji besi.

Selain itu temennya Erlando terpaksa ikut ajakan Eko untuk mencuri motor dengan alasan lagi butuh uang untuk perjalanan pulang ke Jambi. “Saya baru kenal sama Erlando tiga hari itu juga dikenali sesama teman tongkrongan. Sama-sama lagi butuh uang saya ngajak nyuri motor dengan nanti hasil curian dibagi dua,”paparnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian kekerasan ancaman lima tahun penjara. Sedangkan barang bukti disita satu gagang letter T dengan dua buah anak mata kunci T, serta motor korban Mio. KMCP – DEPOK

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*