PT Bandung Pakar Dilaporkan Warga, Dinas LH Jabar dan LH Kabupaten Bandung Malah Saling Tuding.

Kompol.info Bandung 14/1/2019
Sejumlah warga terdampak lingkungan pembangunan PT Bandung Pakar mengeluhkan ketidak jelasan sikap Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jawa Barat dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.

Keluhan dilontarkan warga lantaran adanya aksi saling tuding antara Dinas LH Propinsi Jawa Barat dan Dinas LH Kabupaten Bandung terkait perijinan PT Bandung Pakar.

” Keduanya seperti cuci tangan, kami lapor ke LH Jabar didisposisikan ke LH Kabupateb Bandung, setelah kami datangi ke Kabupaten Bandung, pihak mereka menyuruh kami ke LH Jabar, ” kata Verawati Singarimbun warga yang ikut melapor, dirumahnya, di Kampung Cikutra II, Desa Mekar Saluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (13/1/2019).

Keluhan bermula ketika sebelumnya, Rabu (9/1/2019) sejumlah perwakilan warga Cimenyan bersama ormas Paska Mesima mendatangi kantor Dinas LH Kabupaten Bandung mengadukan soal dugaan perusakan lingkungan oleh PT Bandung Pakar dan buangan limbah oleh hotel dikawasan PT Bandung Pakar.

Warga sempat menunggu berjam-jam akhirnya ditemui Sekdis LH Kabupaten Bandung, namun setelah berdialog beberapa saat, warga diarahkan untuk kembali menemui Dinas LH Jabar, dengan alasan izin PT Bandung Pakar bukan kewenangan Dinas LH Kabupaten Bandung.

Suasana sempat tegang, kendati pertemuan berakhir dan warga pulang tanpa jawaban yang diharapkan.

Perlu disampaikan, kedatangan warga ke Dinas LH kabupaten Bandung merupakan tindak lanjut dari surat laporan sebelumnya ke Dinas LH Jabar pada Juni 2018. Surat laporan kerusakan lingkungan tersebut telah didisposisi oleh Dinas LH Jabar kepada Dinas LH Kabupaten Bandung.

Merasa dipermainkan, Endang, salah seorang perwakilan warga mengaku sangat kecewa dengan perlakuan Dinas LH Jabar dan Kabupaten Bandung.

” Kami ini korban ,kalau dipermainkan begini kami harus lapor ke siapa ? Kalau mereka jadi kami bagaimana?, keluhnya.

PT Bandung Pakar dilaporkan warga dengan tuduhan kegiatan cut and fill yang berakibat berubahnya bentang alam. Warga juga melaporkan pembuangan limbah hotel Intercontinental yang mencemari lingkungan warga dengan menimbulkan bau tak sedap dan banyaknya wabah nyamuk.

Endang menambahkan setelah adanya pembangunan oleh PT Bandung Pakar beberapa wilayah pemukiman dibawah kawasan PT Bandung Pakar sering mengalami banjir.

” Sebelum ada Dago Pakar, hujan gede juga tidak banjir. Sekarang sering, apalagi pas masuk musim hujan. Was-was terus kita pak, ” ungkapnya.

Dikatakan Verawati, kendati pembangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU) kerap menjadi sorotan namun dalam hal penindakan pelanggaran menurutnya masih jauh dari optimal.

” Pembangunan di KBU, termasuk PT Bandung Pakar pelanggarannya banyak. Tidak sesuai dengan Perda KBU. Tapi penindakannya dari pemerintah masih lemah, ” tuturnya.

Rencananya lanjut Vera, pihak warga akan melaporkan kembali perkara ini ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

” Kami sudah berembug kita mau laporkan ke Gubernur. Kami masih berharap kalau bapak gubernur akan melaporkan kejadian ini. Kami berharap pa Ridwan Kamil bisa mendengar dan menjembatani penyelesaian masalah ini, ” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan pihak Dinas LH Jawa Barat dan LH Kabuoaten Bandung belum terkonfirmasi. (lind)*

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*