Ribuan Jemaah Banjiri Mesjid Bersejarah di Pondok Gede

KEGIATAN Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diadakan Majelis Taklim Al Waqiah Center di Mesjid Jami’ Nurul Huda, Jl. Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, Jumat (26/01/18) berlangsung semarak, khusyu dan banyak mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Ribuan jemaah terlihat membanjiri mesjid bersejarah yang didirikan sejak 1822 Masehi tersebut.  

Momentum Maulid tahun ini, kegiatan yang dipanitiai Laskar Mesjid tersebut dikemas dengan sesuatu yang beda dan akbar. Para ulama kondang dihadirkan. Sebut saja Habib Zainal Abidin Assegaf bin Assegaf, Al Habib Soleh Alaydrus, KH Ainul Yaqin Abdullah Syafi’I, KH Hamdani, Habib Alwi bin Usman bin Yahya dan Sayyidil Walid Al Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, ulama terkemuka yang banyak dinanti-nantikan para jamaah.

Hadir juga pada kesempatan tersebut, Kasie Kesos Kelurahan Jatimakmur Ustadz Salim mewakili Lurah, Ketua MUI Pondok Gede KH. Ubaidillah Abdul Jalil, Bhabinkamtibmas Jatimakmur Bripka Soleh, para anggota Pamwil Polres Kota Bekasi, Majelis Rasulullah, Majelis Taklim Ar Rahman, Pemuda Siliwangi dan ormas FBR

Acara dibuka dengan pembacaan Asmaul Husnah oleh Ketua DKM Mesjid Jami’ Nurul Huda yang juga pimpinan Majelis Taklim Al Waqiah Center Ustadz H. Mujtahid Aby Najawa Abubakar, dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat oleh Habib Zainal Abidin Assegaf bin Assegaf yang dikenal dengan Habib Zindan. Dengan khusyu, keduanya mengumandangkan Asma Allah dan bershalawat kepada Rasulullah di hadapan para jamaah yang hadir.

Usai pembacaan shalawat, acara dilanjutkan dengan siraman rohani oleh Al Habib Soleh Alaydrus. Dalam tausiyahnya Habib Soleh menyoroti tentang 3 perkara yang akan hancurnya ummat Nabi Muhammad. Di antaranya banyaknya para alim ulama dan mubaligh saat ini yang dikriminalisasi dan dipersekusi. “Maka jawabnya hanya satu, bersatulah wahai ummat Muhammad SAW, karena dengan itu kita akan kuat,” kata Habib Soleh.

Usai mendengarkan tausiyah, Sayyidil Walid Al Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf mengajak para jamaah untuk bermunajat kepada Allah SWT. Meski dalam kondisi yang kurang sehat, Habib kharismatik tersebut merasa senang bisa berjumpa dengan para jamaah. “Saya senang pada kalian semua, saya cinta… tanpa kecuali. Saya hanya berdoa kepada Allah SWT agar ummat saling menghormati dan mendoakan,” kata Habib Ali.

Sementara, Ustadz H. Mujtahid Aby Najwa Abubakar dalam sambutannya mengucapkan syukur bahwa di tahun kepemimpinannya, perjuangan para pendiri mesjid dapat terus dilanjutkan. “Alhamdulillah, dalam tahun tahun yang saya pimpin, perjuangan para guru dan pendiri agar mesjid ini dibuat untuk umum terlaksana. Maka tidak satupun yang boleh memiliki dan mengakuinya, semuanya adalah milik umat, milik hamba Allah. Di mesjid bersejarah ini, termasuk diri saya tidak boleh mengakui,” ungkap Aby Najwa.

Sosok yang akrab disapa Buya oleh para santrinya ini berharap, mudah-mudahan mesjid ini kembali kepada asal sebagaimana keinginan para pendirinya. “Alhamdulillah masjid ini kembali ke asalnya. Adem ayem, tentram, dan penuh barokah. Begitu masuk dapat keramat dari mesjid ini,” ungkapnya.

Sebelum acara berakhir, jamaah kembali diberikan tausiyah oleh KH Ainul Yaqin Abdullah Syafi’I dari As Syafi Iyah Jakarta dan ditutup dengan doa oleh Pimpinan Yayasan Miftahul Amal, KH Hamdani. ED/Yusuf

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*