Rohadi Di Kriminalisasi Hakim

Terpidana kasus suap Syaiful Jamil, Rohadi tak pernah putus asa dalam memperjuangkan keadilan.
Dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, mantan panitera di Pengadilan Jakarta Utara ini berteriak demi keadilan yang belum dia dapatkan.
Dia mengeluhkan tentang tak tuntasnya Komisi Pemberantasan Korupsi dalam mengungkap kasus suap. Oknum-oknum hakim dan beberapa panitera yang terlibat tak dijerat. Padahal intelectual dader-nya itu adalah hakim yang menyuruhnya. Demikian keluhan pria asal Indramayu itu , baru-baru ini.

“Saya tidak akan pernah lelah atau putus asa dalam memperjuangkan keadilan. Sebenarnya semua petunjuk di hp yang telah disita KPK sangat kuat keterlibatan Ifa Sudewi sebagai Ketua Majelis Hakim dan lainnya.
Itu semua bisa sebagai bukti keterlibatan mereka. Bahkan bukti lebih dari 2. Seharusnya KPK bisa langsung menetapkan mereka sebagai tersangka saat itu. Tapi ok lah, sekarang KPK saya harap menelisik ulang dan memeriksa ulang mereka. KPK tak usah merasa kehilangan muka”, ungkap Rohadi.

Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Bandung, Karel Tupu bisa juga dijerat pasal menghalang-halangi proses penyidikan. “Karel Tupu suami dari tersangka Bertha Natalia sebagai penagacara Syaiful Jamil mendatangi saya saat ditahan di rutan KPK gedung lama. Karel Tupu minta saya untuk tidak membawa nama hakim. Permintaan dia itu saya penuhi. Akhirnya saya jadi tumbal sendiri para hakim itu justru lolos dari jeratan pasal-pasal”, papar Rohadi.

Dilanjutkan Rohadi, bahwa dirinya hanya karena disuruh Lilik Mulyadi, SH, MH dan hakim Dasma, SH untuk mencari dana untuk rekreasi keluarga besar PN Jakarta Utara pada bulan Juni 2016. “Saya disuruh mencari dana untuk rekreasi ke Solo sekalian menghadiri pernikahan putra hakim Maryoso, SH. Pengacara Syaiful Jamil, Bertha Natalia menyumbang sebesar Rp. 50 juta langsung saya berikan kepada Panitera Sekretaris PN Jakarta Utara, Rina Pertiwi, SH,” papar Rohadi.

Awal skenario, lanjutnya lagi, memang Bertha dan Ifa Sudewi lah yang merancang skenario agar putusan bisa separo tuntutan. “Semua ada di bukti hp saya yang disita KPK bahwa skenario dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim yaitu Ifa Sudewi dan Bertha. Saya berharap KPK memeriksa ulang semuanya. Pada pertemuan ketiga kalinya antara Ifa Sudewi dan Bertha, Ifa Sudewi menyuruh Bertha menghadap dia besok mengenakan seragam Daryamukti Karini karena Bertha adalah istri hakim jadi tidak mengundang kecurigaan. Bertha disuruh menemuinya pukul 08.00 pagi di ruang kerja Ifa Sudewi untuk membahas putusan Syaiful semua bukti baik percakapan dan sms ada di hp saya dan hp Bertha yang disita KPK. Ini kan jelas sekali paparnya,.. KPK seolah melokalisir kasus ini. Semua bukti sudah ditangan KPK tinggal menetapkannya sebagai tersangka. Bila KPK serius bisa 3 atau 4 tersangka lagi diseret ke meja hijau”, tandas Rohadi dengan wajah kesal.

About admin 1466 Articles
lembahjurig1234

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*