Sindikat Narkotika Adalah Teroris

10436680_963578170370523_8613156665429122020_n

KEJAHATAN yang dilakukan oleh sindikat narkotika dinilai destruktif dan sangat merugikan bangsa ini. Para sindikat telah menyebabkan jutaan anak bangsa terjerat narkotika dan puluhan korban di antaranya meninggal dunia setiap harinya. Ironisnya lagi, Indonesia kini telah menjadi pangsa pasar yang sangat besar dan dijadikan sasaran empuk para bandar. Demikian disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Sirodj saat menerima kunjungan Kepala BNN beserta jajarannya, di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (21/10).

Untuk menghadapi musuh yang sangat nyata ini, Said mengatakan perlu kerja sama lintas sektor agar persoalan narkotika ini dapat dituntaskan. Dalam hal ini, NU siap mendukung BNN dalam gerakan pencegahan dan juga pemberantasan narkotika sesuai dengan potensi yang dimiliki.

NU adalah organisasi yang sangat besar dan memiliki cabang di seluruh nusantara. Dengan lantang, Said menegaskan para Kiai NU sangat siap untuk mendukung gerakan penanggulangan masalah narkotika baik dalam kondisi darurat ataupun tidak.

Sebagai langkah pencegahan, optimalisasi Kiai dan santri akan menjadi upaya yang sangat strategis. Wacana ke depan, NU akan merancang sebuah buku pedoman dakwah yang memuat materi bahaya narkotika dan ini nantinya bisa digunakan oleh para Kiai untuk memberikan pencerahan pada jamaah di seluruh pelosok nusantara.

Terkait dengan korban narkotika yang juga menyasar kalangan anak-anak, Said mengaku sangat prihatin menyikapinya. Ia berpesan kepada para orang tua agar menjadi benteng utama dalam hal pembinaan terhadap anak-anaknya. “Pendekatan parenting itu menjadi penting dan sehingga ada model pengasuhan yang tepat”, imbuh Said.

Dengan maraknya kejahatan narkotika yang ada, NU juga meminta agar penegak hukum cepat tanggap dan bisa mencegah sejak dini agar pasokan narkotika tidak masuk ke wilayah NKRI.

“Penegak hukum jangan seperti pemadam kebakaran, artinya menangkal sejak dini akan jauh lebih efektif ketimbang menangani setelah terjadi”, tandas Said kepada awak Humas yang mewancarai.

Ketika disinggung tentang aturan hukum terkait narkotika, Said melihat bahwa harus ada dinamika dalam penyusunan aturan atau undang-undang, mengingat sindikat selalu mencari celah agar bisa menyebarkan barang haram narkotika seperti dengan merekayasa zat-zat kimia agar menjadi narkotika jenis baru yang tak terjamah oleh undang-undang.

Menanggapi masukan yang penting dari NU, Kepala BNN, Budi Waseso memastikan pihaknya akan senantiasa serius dalam menanggulangi masalah narkotika di negeri ini.

Ia membeberkan, BNN bukan hanya tegas dalam memberantas jaringan sindikat hingga ke akar-akarnya akan tetapi juga akan memiskinkan para bandar sehingga mereka tidak lagi bisa memutarkan roda bisnisnya meski sudah berada dalam bilik penjara.

“Kita akan menjerat para bandar dengan mengusut tindak pidana pencucian uang sehingga aset-aset mereka bisa disita”, tegas Budi Waseso di hadapan para pengurus NU. Humas BNN

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*