Warga Kampung Gurimbang, Berau Jadi Korban Kepentingan Oknum di Balik Korporasi?

BERAU Coal (BC), sebuah perusahaan multinasional yang menghasilkan berbagai macam produk tambang, berdiri sejak tahun 1983 dan bermarkas di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Anak perusahaan dari PT. Sinarindo Ekamulya dengan Direktur Utama Fuganto Widjaja ini umumnya menghasilkan produk tambang seperti batu bara.

Namun sayangnya, di balik pengelolaan usaha tambangnya itu, perusahaan ini banyak merugikan orang lain. Pihak perusahaan tak segan-segan “menghalalkan” segala cara guna mengeruk keuntungan untuk mendapatkan hasil dari usahanya. Salah satunya dengan melakukan penggusuran terhadap lahan masyarakat yang ada di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Aksi “kotor” yang dilakukan pihak BC dialami salah seorang warga setempat, sebut saja Ambo yang lahannya  tak luput dari aksi penggusuran. Lahan seluas 4 ha miliknya yang di dalamnya berisi tanaman sawit dan beberapa jenis tanaman buah seluas 2 ha, kini telah rata dengan tanah lantaran telah disapu alat berat PT. Pama yang diduga atas perintah dari pihak PT. BC.

Selaku pemilik, hal ini tentu saja membuat Ambo merasa kaget, saat mendapati sebagian lahannya yang sejak tahun 1997 sudah digarapnya dengan susah payah, ditanami dan dirawatnya, kni rata dengan tanah. Ia merasa kecewa dengan perlakuan pihak BC yang semena mana menggusur tanam tumbuh di atas lahan miliknya. Lucunya lagi pihak BC mengklaim lahan itu sebagai lahan KBK (Kawasan Budidaya Kehutanan).

“Setidaknya PT. BC melakukan pemberitahuan terlebih dulu kepada kami sebelum melakukan penggusuran, karena bagaimana pun juga kami memiliki surat resmi dari pemerintah setempat berupa surat izin garapan dari lurah dan Kecamatan, jauh sebelum lokasi kami diklaim PT.BC sebagai lahan KBK,” kata Ambo kepada bhayangkaranusantara.com, Selasa (15/12/20).

Ambo berharap, pihak BC bertangggung jawab terhadap peristiwa penggusuran di lahan miliknya yang mengakibatkan kerugian material bagi dirinya. “Kami berharap adanya tanggung jawab PT. BC terhadap tumbuh tanam kami yang telah dirusak oleh alat berat atas intruksi BC,” lanjutnya.

Kasus yang dialami Ambo, bisa jadi salah satu contoh kecil masyarakat yang menjadi korban kepentingan oknum yang berlindung di balik korporasi. Karena hal serupa bisa jadi juga terjadi terhadap masyarakat lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, saat ini Ambo sedang menunggu klarifikasi dari pihak BC terhadap peristiwa yang telah menimpanya, seraya berharap agar hal ini dapat segera mendapatkan kejelasan dari pihak BC. BN01- Berau

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*